Mengetahui Dahsyatnya Media Sosial
Beberapa tahun ini, sosial media memang sedang booming dan happening. Tak hanya di Eropa dan Amerika, Indonesia pun ‘terjangkit’ virus sosial media. Apa sih sosial media itu?
Media sosial (Social Networking) adalah sebuah
media online dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi,
dan menciptakan isi meliputi blog, sosial network atau jejaring sosial, wiki, forum dan dunia
virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki mungkin merupakan bentuk media sosial
yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Andreas Kaplan dan
Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok
aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi
Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated
content".
Diawali dengan era Friendster dan Myspace, era Facebook dan Twitter, serta yang terbaru Google Plus, media dll ini memicu banyak perubahan manusia dalam bersosialisasi.
Diawali dengan era Friendster dan Myspace, era Facebook dan Twitter, serta yang terbaru Google Plus, media dll ini memicu banyak perubahan manusia dalam bersosialisasi.
Pengaruh Positif Media Sosial dalam interaksi sehari hari :
· Memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak
orang.
Jika dahulu kita mengenal artis pujaan Anda lewat koran, majalah, ataupun acara televisi, sekarang, kita dapat mengenal mereka lewat media sosial. Ya, ribuan artis memiliki akun Twitter maupun Facebook yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan para penggemarnya. Anda pun dapat mengetahui kehidupan dan kegiatan sehari-hari mereka dari akun resmi itu. Tidak sebatas itu, kita juga dapat berinteraksi dengan keluarga, saudara, dan teman-teman dengan mudah, tak peduli apakah mereka dekat ataupun jauh.
Jika dahulu kita mengenal artis pujaan Anda lewat koran, majalah, ataupun acara televisi, sekarang, kita dapat mengenal mereka lewat media sosial. Ya, ribuan artis memiliki akun Twitter maupun Facebook yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan para penggemarnya. Anda pun dapat mengetahui kehidupan dan kegiatan sehari-hari mereka dari akun resmi itu. Tidak sebatas itu, kita juga dapat berinteraksi dengan keluarga, saudara, dan teman-teman dengan mudah, tak peduli apakah mereka dekat ataupun jauh.
· Memperluas pergaulan Media sosial membuat Anda
bisa memiliki banyak koneksi dan jaringan yang luas.
Tentu saja itu berdampak positif jika Anda ingin mendapatkan pekerjaan, teman, atau bahkan pasangan hidup dari tempat yang jauh atau negara asing.
Tentu saja itu berdampak positif jika Anda ingin mendapatkan pekerjaan, teman, atau bahkan pasangan hidup dari tempat yang jauh atau negara asing.
· Jarak dan
waktu bukan lagi masalah
Di era media sosial seperti sekarang ini, hubungan jarak jauh atau long distance bukan lagi halangan besar (meskipun tetap sulit). Anda tidak lagi harus mengirim surat tiap minggu kepada pasangan Anda yang sedang bekerja di luar kota atau luar negeri karena media sosial sudah menghilangkan batasan jarak dan waktu bagi Anda yang harus membina hubungan jarak jauh.
Di era media sosial seperti sekarang ini, hubungan jarak jauh atau long distance bukan lagi halangan besar (meskipun tetap sulit). Anda tidak lagi harus mengirim surat tiap minggu kepada pasangan Anda yang sedang bekerja di luar kota atau luar negeri karena media sosial sudah menghilangkan batasan jarak dan waktu bagi Anda yang harus membina hubungan jarak jauh.
mengekspresikan diri. Orang biasa, orang yang pemalu, atau orang
yang selalu gugup mengungkapkan pendapat di depan umum akhirnya
mampu menyuarakan diri mereka secara bebas. Meskipun memberikan
banyak manfaat, ternyata media sosial tidak selalu memberikan
pengaruh yang baik dalam hubungan sosial.
Adapun Pengaruh Negatif Media Sosial dalam interaksi sehari hari :
· Menjauhkan
orangorang yang sudah dekat
Orang yang terjebak dalam media sosial memiliki kelemahan besar, yaitu berisiko mengabaikan orang-orang di kehidupan sehari-harinya. Jangan heran apabila Anda lebih sering menghabiskan waktu berinteraksi di dunia maya, apalagi sekarang teknologi smartphone semakin memudahkan Anda untuk mengakses internet.
Orang yang terjebak dalam media sosial memiliki kelemahan besar, yaitu berisiko mengabaikan orang-orang di kehidupan sehari-harinya. Jangan heran apabila Anda lebih sering menghabiskan waktu berinteraksi di dunia maya, apalagi sekarang teknologi smartphone semakin memudahkan Anda untuk mengakses internet.
· Rentan
terhadap pengaruh buruk orang lain
Seperti di kehidupan sehari-hari, jika Anda tidak menyeleksi orang-orang yang berada dalam lingkaran sosial Anda, hal itu akan lebih rentan terhadap pengaruh buruk. Bahkan menurut John Cacioppo, seorang peneliti dari Universitas Chicago, media sosial bisa mempengaruhi mood Anda, bergantung dengan siapa Anda menghabiskan waktu dan terhadap siapa Anda memberikan perhatian di media sosial.
· Masalah privasi Seperti di kehidupan sehari-hari, jika Anda tidak menyeleksi orang-orang yang berada dalam lingkaran sosial Anda, hal itu akan lebih rentan terhadap pengaruh buruk. Bahkan menurut John Cacioppo, seorang peneliti dari Universitas Chicago, media sosial bisa mempengaruhi mood Anda, bergantung dengan siapa Anda menghabiskan waktu dan terhadap siapa Anda memberikan perhatian di media sosial.
Memiliki banyak teman di media sosial tidak selalu menguntungkan,
terutama apabila Anda sering mengungkapkan sesuatu yang
seharusnya
tidak diketahui orang lain. Media sosial bisa dengan mudah
memperburuk citra diri Anda jika Anda tidak memanfaatkannya dengan
benar karena apa yang Anda tulis, tautkan, dan unggah bisa dengan
mudah dilihat oleh orang lain. Hubungan Anda dengan orang lain pun
bisa terganggu jika Anda menulis sesuatu yang tidak pantas. Selain itu,
apakah Anda pernah menyadari bahwa orang lain bisa mengenal Anda
tanpa harus sering berkomunikasi dengan Anda? Jika Anda tidak
membatasi privasi di media sosial, media sosial hanya
· Kecanduan situs jejaring sosial bisa membahayakan kesehatan karena
memicu orang untuk mengisolasikan diri.
· Batasi membagi informasi
seputar kehidupan pribadi.
tidak diketahui orang lain. Media sosial bisa dengan mudah
memperburuk citra diri Anda jika Anda tidak memanfaatkannya dengan
benar karena apa yang Anda tulis, tautkan, dan unggah bisa dengan
mudah dilihat oleh orang lain. Hubungan Anda dengan orang lain pun
bisa terganggu jika Anda menulis sesuatu yang tidak pantas. Selain itu,
apakah Anda pernah menyadari bahwa orang lain bisa mengenal Anda
tanpa harus sering berkomunikasi dengan Anda? Jika Anda tidak
membatasi privasi di media sosial, media sosial hanya
akan menjadi "bumerang" dalam hidup Anda.
· Kecanduan situs jejaring sosial bisa membahayakan kesehatan karena
memicu orang untuk mengisolasikan diri.
· Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer akan
jarang
berolah raga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan
kondisi fisik yang lemah bahkan obesitas.
berolah raga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan
kondisi fisik yang lemah bahkan obesitas.
· Kerusakan fisik juga mungkin terjadi.
· Media elektronik juga dapat menghancurkan secara perlahan-lahan
kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari
kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh.
· Media elektronik juga dapat menghancurkan secara perlahan-lahan
kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari
kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh.
Kini
hampir semua remaja ataupun orang dewasa (bahkan anak-anak) memiliki akun
jejaring sosial Facebook atau Twitter atau
memiliki akun dikedua jejaring sosial tersebut. Sosial media memungkinkan
pemilik akun untuk berbagi apapun, seperti video, foto, link artikel ataupun men-update status Facebook ataupun Twitter. Di sosial media, kita bebas
berbicara apapun, membagi konten apapun karena filternya sangat minim dan susah
untuk dibatasi.
Bebas
berbagi dan menuliskan status di sosial media bukan berarti tidak ada batasan
dan etika. Walau dari Facebook ataupun Twitter sendiri
tidak mencantumkan (ataupun bila dicantumkan mungkin kita terlalu malas untuk
membacanya) , tetap saja ada etika yang tidak tetulis yang sewajarnya kita
jalani dalam bersosial media. Etika ini bertujuan agar kita sebagai pengguna
sosial media tidak terkena imbas buruk seperti kejahatan, penipuan dan lain
sebagainya.
Berikut
beberapa tips seputar etika dalam bersosial media :
Terlebih yang sangat pirbadi dan sensitif.
Walau di Facebook dikolom update status bertuliskan ‘what’s on your mind’ bukan berarti kita bebas mengungkapkan
segala yang kita rasakan di sosial media. Ada beberapa hal sensitif dan privasi
yang seharusnya tidak perlu diketahui oleh semua orang. Semisal masalah
keuangan, bertengkar dengan seseorang, pandangan kita terhadap seseorang dan
lain sebagainya. Alangkah tidak bijaksananya bila semua orang tahu akan
permasalahan dan problematika yang sedang kita hadapi. Baiknya simpan segala
hal sensitif untuk diri sendiri dan tidak perlu semua teman di sosial media
mengetahuinya.
· · Hati-hati bila check in place dan
mengupdate
sedang dimana kita berada.
sedang dimana kita berada.
Aplikasi
untuk check in place seperti Foursquare memang
banyak digunakan dan kemudian dishare di sosial media. Pemilik akun sosial media suka check in place untuk memberitahu keberadaannya dan sedang
melakukan apa. Tanpa disadari, check in place bisa mengundang orang yang berniat jahat kepada
kita. Karena orang yang berniat jahat mengetahui dimana kita berada dan dengan
siapa kita berada. Pergunakan media check in place dengan bijak.
· · Tidak berbicara dan
membagi konten yang memiliki
unsur SARA dan Pornografi
unsur SARA dan Pornografi
Hindari
berbicara ataupun menuliskan kalimat bercandaan yang memiliki unsur SARA (
Suku, Agama dan Ras ) serta pornografi. Karena selain bisa menyinggung pihak
lain juga bisa menimbulkan salah persepsi dan membawa dampak yang buruk. Tidak
semua pengguna sosial media mengerti akan konsep ini, karena itu mulailah dari
diri kita untuk tidak berbicara dan membagi konten yang mengandung unsur diatas.
· · Hindari untuk mengupdate
status yang berhubungan dengan privasi
seperti sedang dirumah sendiri atau mengambil uang di Bank.
seperti sedang dirumah sendiri atau mengambil uang di Bank.
Update
seperti ini bisa membahayakan diri sendiri. Bila ada orang berniat jahat, dia
bisa mendatangi rumah kita ataupun
mendatangi
tempat kita berada.
tempat kita berada.
· · Bijak dalam mencantumkan personal information.
Personal
information yang dimaksudkan adalah biodata yang ditampilkan
di akun sosial media kita seperti alamat rumah, nomor telepon, tempat
bersekolah, alamat email. Bila memang tidak penting, lebih baik tidak usah
dicantumkan karena bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
Semisal mengirim email atau sms penipuan dan lain sebagainya. Bila memang
berniat mencantumkan, berhati-hatilah bila ada nomor telepon asing atau email
dari pengirim yang tidak diketahui kita terima.
Beberapa contoh kasus Media Sosial :
1. Kasus Social Media: Apakah @JTmor Membeli Follower?
2. Media Sosial Jadi Modus Baru Perdagangan Manusia
3. JEJARING SOSIAL KINI MENGERIKAN Tidak hanya diculik tapi juga diperkosa !
http://www.bisnis.com/articles/jejaring-sosial-kini-mengerikan-1
http://www.bisnis.com/articles/jejaring-sosial-kini-mengerikan-1
4. Kasus Prita Mulyasari Dari Email ke Penjara !
5. Menghina di Facebook, Ujang Terancam 6 Tahun Penjara
http://news.okezone.com/read/2009/06/30/1/234250/menghina-di-facebook-ujang-terancam-6-tahun-penjara
Seiring perkembangan arus reformasi birokrasi
dan era keterbukaan informasi publik, peran Humas semakin penting dan
strategis. Sebagai komunikator publik, Humas Pemerintah harus mengamankan
kebijakan lembaganya, memberikan pelayanan dan menyebarluaskan pesan atau
informasi kepada masyarakat tentang kebijakan dan program kerja
lembaganya. Jadi Humas bukan hanya menyiapkan tempat acara peliputan dan
mendampingi pimpinannya kemana pergi saja, namun Humas Pemerintah dituntut
mampu mengemasagenda setting.
Selain sebagai komunikator, Humas
bertindak sebagai mediator yang proaktif dalam menjembatani kepentingan
instansi pemerintah di satu pihak, dan menampung aspirasi serta memperhatikan keinginan-keinginan
publiknya di lain pihak, dan berperan menciptakan iklim yang kondusif dalam
pembangunan nasional, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
Pertemuan Tahunan BAKOHUMAS Tingkat Nasional
Tahun 2012 yang diselenggaan secara rutin oleh Badan Koordinasi Kehumasan
Pemerintah (BAKOHUMAS) Kementerian Komunikasi dan Informatika
merupakan suatu bukti bahwa Humas Pemerintah baik di tingkat Pusat, Provinsi,
Kabupaten/Kota memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi dalam upaya
melakukan evaluasi dan sekaligus berbenah diri guna mengoptimalkan peran dalam
menjalankan tugas dan fungsinya.
Pejabat Humas perlu memperhatikan bahwa dalam
menjalankan aktivitas tugas dan fungsinya, hendaknya mampu
memelihara nama baik institusi/lembaga, mampu melakukan pelayanan yang memadai,
mampu menjalankan aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan
masyarakat akan informasi.
Dalam mengelola informasi, Humas harus sudah
mulai membuka diri terhadap informasi-informasi yang sangat diperlukan oleh publik
(masyarakat) untuk dapat diakses, kecuali terhadap informasi yang memang
berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik ( UU No. 14 Tahun 2008 )
dikecualikan. Ada informasi yang tidak boleh disampaikan kepada publik
sebagaimana tercantum dalam Pasal 17 UU Keterbukaan Informasi Publik,
diantaranya :
1. Informasi yang dapat
menghambat proses penegakan hukum;
2. Informasi yang dapat
mengganggu kepentingan perlindungan hak atas
kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat;
kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat;
3. Informasi yang dapat
membahayakan pertahanan dan keamanan negara;
4. Informasi yang dapat
mengungkapkan kekayaan alam Indonesia;
5. Informasi yang dapat
merugikan ketahanan ekonomi nasional;
6. Informasi yang dapat
merugikan kepentingan hubungan luar negeri;
7. Informasi yang dapat
mengungkapkan isi akta otentik yang bersifat pribadi dan kemauan terakhir atau
wasiat seseorang;
8. Informasi yang dapat
mengungkapkan rahasia pribadi
9. Memorandum atau surat
antar badan publik dan
10. Informasi yang tidak
boleh diungkapkan berdasarkan Undang-Undang.
Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul
Sembiring dalam arahannya pada acara Pertemuan Tahunan Badan Koordinasi
Kehumasan Pemerintah (BAKOHUMAS) di Makassar, Sulawesi Selatan tanggal 6
November 2012, menyatakan bahwa Humas sebagai agen pembentuk opini
publik, harus mampu berperan sebagai agen yang menghubungkan organisasi dengan
publiknya.
Komponen yang harus dibangun oleh Pemerintah
adalah citra lembaga/institusinya melalui pendiseminasian elemen visual, verbal
dan perilaku sebagai cerminan aktualisasi dari visi pemimpin organisasi yang
terintegrasi dengan misi dan rencana strategis lembaga/institusi itu sendiri.
Pada prinsipnya Humas Pemerintah dituntut
untuk mampu mengemas agenda setting kebijakan instansi, untuk
disampaikan ke media sebagai agenda setting media dan diterima
oleh publik sebagai agenda settingnya publik atau masyarakat. “Melalui
penciptaan agenda setting kebijakan oleh semua Humas Pemerintah, ke depan
publik akan mendapatkan informasi alternatif dan benar, sehingga masyarakat
tidak lagi terbelenggu oleh “anomali” informasi yang
setiap detik membanjiri ranah publik, bahkan ranah privasi seseorang,” tegas
Tifatul.
Selain itu Menkominfo mengatakan, ditengah
banyaknya media yang punya banyak kepentingan, jajaran Humas Pemerintah harus
bisa menyampaikan komunikasi dan informasi secara baik dan jelas, sehingga
tidak menjadikan misskomunikasi dan missinformasi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar